Suatu hari di rumah kakek


Malam Sabtu aku selalu tidur menginap di rumah kakek dan nenek. Karena sekolah ku libur pada hari Sabtu dan Minggu.

Suatu pagi ketika aku meninap di rumah kakek, aku terbangun oleh suara ribut di kamar depan.

“Siapa yang mengambil kaca mata ku yang ku letak kan di meja ini, tadi? Kudengar suara kakek dengan suara agak keras.

Sementara dari arah dapur kudengarsuara orang  lagi menggoreng sesuatu. Mungkin nenek sedang mempersiapkan sarapan pagi untuk kami.Karena sedang sibuk dengan gorangannya, mungkin nenek tidak mendengar pertanyaan kakek.

Kakek yang sudah tak sabar ingin membaca koran pagi itu, mengeraskan suaranya “Nek, ada memindahkan kacamataku dari meja ini?”

Nenek yang sedang repot menjawab singkat.

“Tidak”.

“Tadi kuletakkan disini,” kakek tambah tidak sabar kelihatannya.

Aku bangkit dari tempat tidurku dan keluar dari kamar. Masih dengan malas dan sisa rasa kantuk yangmasih terasa, aku mencari kakek untuk mengetahui persoalannya.

“Ada apa kek ?Apa yang hilang?”,tanyaku.

“Kaca mata kakek tak ada, kakek mau membaca koran,”‘katanya.

Aku menuju ke meja tempat kakek meletakkan korannya. Ketika aku mengangkat kepalaku dan melihat ke arah kakek, aku melihat kacamata yang di cari-cari itu masih dengan tenangnya bertengger di hidung kakek.Memang, lensa nya jauh melorot ke bawah.Kaca mata itu kacamata plus, khusus untuk orang yang rabun dekat, untuk membaca. Kalau untuk  melihat jauh, mata kakek memang masih terang. Tapi tidak untuk melihat dekat atau membaca.

Aku menahan tawa didalam hati,lalu berkata, “Itu kacamatanya. Kakek mencarinya ke mana-mana, padahal ia masih berada di tempatnya.”

“Ah, yang benar Dung, dimana?”

“Itu tuh, di hidung kakek”
Kakek menyadari kekeliruannya,”Memang kakek udah tua ya Dung.”

“Itulah …., jangan suka sewot” Nenek menimpali.

Aku memegang perutku, menahan geli di hati.

“Dasar kakek sudah pikun”‘kataku, cuma masih didalam hati, takut  kakek tersinggung.

Tapi pikun-pikun, untung aku masih punya kakek, ya?”

About komiocy

lahir dan besar di kota minyak kabupaten langkat - ibu kotanya bernama stabat - tempat berkumpulnya orang berbakat. - karena disanalah pertama kali minyak di dapat. . aku bukan siapa-siapa,sahabat. - hanya keinginan untuk berbuat. - dan berbagi apa yang kudapat. - dari sedikit ilmu yang masih teringat. - semoga dapat bermanfaat. . dan kita bisa bersahabat. Lihat semua pos milik komiocy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: